Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
AURA AULIA HUMAIROH, APLIKASI SENSOR THERMAL UAV UNTUK MONITORING POPULASI MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARIS, RAFFLES 1821) DI PTPN IV REGIONAL VI LANGSA. Banda Aceh Fakultas Pertanian Kehutanan,2026

Uav sering dikenal sebagai drone, berupa pesawat tanpa pilot yang dapat dioperasikan dari jarak jauh dengan sistem computer. sensor thermal pada uav dapat mendeteksi panas tubuh satwa, penerbangan drone menampilkan primata yang berukuran kecil cukup sulit untuk dideteksi, seperti dalam penelitian ini digunakan untuk memantau populasi monyet ekor panjang yang berkembang pesat di sekitar perkebunan kelapa sawit yang menimbulkan dampak negatif berupa penurunan hasil panen akibat serangan. tujuan penelitian ini mengidentifikasi jumlah populasi dan menguji waktu pengaplikasian monitoring sensor thermal untuk pemantauan monyet ekor panjang (macaca fascicularis, rafflesia 1821) yang berada di ptpn iv regional vi langsa. penelitian ini menggunakan metode survei dengan uav thermal sebagai metode utama dilakukan dua kali pada pagi hari antara jam (05.00 - 07.00 wib) dan malam hari jam (21.00 - 24.00 wib) dengan dua jalur yang berbeda pada pagi dan malam hari mengikuti jalur yang sudah ditentukan dan metode (line transect method) sebagai metode pendukung dilakukan pada pagi hari (05.00-07.00 wib). pengambilan data pada luasan 10.000 ha menggunakan intensitas sampling 0,2% diperoleh 20 plot pengamatan berada di dua kebun yaitu kebun baru dan kebun lama area ptpn. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa monitoring jumlah populasi monyet ekor panjang dengan uav thermal menggunakan perhitungan nilai digital number (dn) didapatkan sebanyak 625 dengan plot 20 titik pengamatan di blok dan afdeling berbeda. perhitungan jumlah populasi monyet ekor panjang memiliki perbandingan persentase populasi pada jalur penerbangan drone, dengan nilai persentase dominan dengan selisih 1% perhitungan. pada jalur 12 mencapai 22% dan pada jalur 13 mencapai 21% di jalur penerbangan uav. lokasi kedua jalur ini berada di kebun baru afdeling (1) satu, jalur 12 berada di blok 13.12 e dan 12.11 e, sedangkan jalur 13 berada di blok 11.18 f. penerbangan uav thermal memiliki rentang dengan suhu tertentu, suhu yang tepat saat melakukan penerbangan yaitu pada pukul 05.00 - 07.00 dan pukul 21.00 - 24.00 dengan suhu rata-rata 25.2 °c. suhu udara maksimal uav thermal dalam menangkap gambar yaitu kisaran 19 - 29 °c. maka dapat dipastikan bahwa pada pengamatan dengan kondisi suhu



Abstract

UAVs, commonly known as drones, are unmanned aircraft that can be operated remotely via a computer system. Thermal sensors on UAVs can detect the body heat of animals; however, drones often struggle to detect small primates, as demonstrated in this study, which used thermal monitoring to track the rapidly growing population of long-tailed macaques around oil palm plantations—a population that has caused negative impacts, including reduced crop yields due to attacks. The objective of this study is to identify the population size and test the optimal timing for applying thermal sensor monitoring to track long-tailed macaques (Macaca fascicularis, Rafflesia 1821) located in PTPN IV Regional VI Langsa. This study employed a survey method using thermal UAVs as the primary approach, conducted twice daily: in the morning between (5:00–7:00 AM WIB) and at night (9:00 PM–12:00 AM WIB) along two different routes; the morning and night flights followed predetermined routes, while the line transect method was used as a supplementary method during the morning (5:00–7:00 AM WIB). Data collection over an area of 10,000 ha using a sampling intensity of 0.2% yielded 20 observation plots located in two plantations, namely the new and old plantations within the PTPN area. The results of this study show that monitoring the population of long-tailed macaques using thermal UAVs and Digital Number (DN) calculations yielded a total of 625 individuals across 20 observation points in different blocks and sections. The population estimates for long-tailed macaques were compared with the percentage distribution along the drone flight paths, with the dominant percentage values differing by 1% in the calculations. Route 12 reached 22% and Route 13 reached 21% along the UAV flight path. Both routes are located in the new plantation of Afdeling (1); Route 12 is in blocks 13.12 E and 12.11 E, while Route 13 is in block 11.18 F. Thermal UAV flights have a specific temperature range; the optimal times for flight are between 5:00 AM and 7:00 AM and between 9:00 PM and midnight, with an average temperature of 25.2 °C. The maximum air temperature for thermal UAVs to capture images is in the range of 19–29 °C. Therefore, it can be confirmed that observations conducted under temperatures



    SERVICES DESK