Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
DAHLIA, ANALISIS KESENJANGAN MASYARAKAT DALAM IMPLEMENTASI POLITIK LINGKUNGAN (STUDI KASUS PT LHOONG SETIA MINING). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2026

Abstrak aktivitas pertambangan selain memberikan manfaat ekonomi juga berpotensi menimbulkan dampak sosial dan lingkungan bagi masyarakat di wilayah terdampak. dalam konteks tersebut, implementasi politik lingkungan menjadi penting untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan. namun, dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan dalam distribusi manfaat dan risiko antara perusahaan dan masyarakat. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan masyarakat dalam implementasi politik lingkungan pada kegiatan pertambangan pt lhoong setia mining di kecamatan lhoong, kabupaten aceh besar. penelitian ini menggunakan teori politik lingkungan yang dikemukakan oleh verdinand robertua siahaan dengan menekankan perspektif antroposentrisme untuk memahami kecenderungan kebijakan yang lebih berorientasi pada kepentingan ekonomi manusia. metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan aparatur gampong, masyarakat, pemerintah, akademisi, serta organisasi lingkungan. hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan lingkungan belum berjalan secara optimal, khususnya dalam aspek pengawasan, keterbukaan informasi, dan keterlibatan masyarakat. kondisi ini menyebabkan terjadinya ketimpangan dalam distribusi manfaat dan risiko, di mana sebagian masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, sementara sebagian lainnya mengalami dampak negatif terhadap lingkungan dan mata pencaharian. temuan penelitian juga menunjukkan adanya dominasi perspektif antroposentrisme dalam kebijakan pertambangan. dengan demikian, diperlukan penguatan implementasi politik lingkungan yang berorientasi pada keadilan melalui peningkatan transparansi, pengawasan dan partisipasi masyarakat. kata kunci : politik lingkungan, antroposentrisme, kesenjangan masyarakat, pertambangan



Abstract

ABSTRACT Mining activities, in addition to providing economic benefits, also have the potential to cause social and environmental impacts on communities in affected areas. In this context, the implementation of environmental policies is crucial to ensure equitable and sustainable natural resource management. However, in practice, there are still gaps in the distribution of benefits and risks between companies and communities. This study aims to analyze the societal gap in the implementation of environmental policies in PT Lhoong Setia Mining's mining activities in Lhoong District, Aceh Besar Regency. This study uses the environmental politics theory proposed by Verdinand Robertua Siahaan, emphasizing an anthropocentric perspective to understand the tendency for policies to be more oriented toward human economic interests. The research method used was a qualitative approach with a descriptive approach. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and documentation involving village officials, the community, government officials, academics, and environmental organizations. The results indicate that environmental policy implementation has not been optimal, particularly in terms of oversight, information transparency, and community involvement. This situation has led to an imbalance in the distribution of benefits and risks, with some communities benefiting economically, while others experience negative impacts on the environment and livelihoods. The research findings also indicate the dominance of an anthropocentric perspective in mining policy. Thus, it is necessary to strengthen the implementation of justice-oriented environmental policies through increased transparency, oversight and public participation. Keywords:Environmental Politics, Anthropocentrim, Sosial Inequality, Mining.



    SERVICES DESK