Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Rauzhatul Husna, PERANAN KUALITAS AUDIT DALAM MEMODERASI PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE (ESG) DISCLOSURE TERHADAP NILAI PERUSAHAANRN(STUDI PADA PERUSAHAAN SEKTOR CONSUMER NON-CYCLICALS). Banda Aceh Program Studi Magister Akuntansi,2026

Studi ini meneliti pengaruh kepemilikan manajerial dan pengungkapan lingkungan, sosial, dan tata kelola (esg) terhadap nilai perusahaan, dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi, pada perusahaan sektor consumer non cyclicals yang terdaftar di bursa efek indonesia selama periode 2021–2024. berdasarkan teori keagenan dan teori pensinyalan, penelitian ini membahas inkonsistensi dalam literatur sebelumnya mengenai relevansi nilai struktur kepemilikan dan pengungkapan keberlanjutan di pasar negara berkembang. dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan metode purposive sampling, 45 perusahaan dipilih, menghasilkan 180 observasi perusahaan-tahun. data dianalisis menggunakan analisis regresi moderasi (mra) setelah melewati uji asumsi klasik. hasilnya menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial memiliki efek negatif yang signifikan terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan adanya penguatan manajerial yang lebih besar daripada efek keselarasan. pengungkapan esg juga ditemukan berdampak negatif terhadap nilai perusahaan, menunjukkan bahwa investor mungkin menganggap inisiatif keberlanjutan sebagai beban biaya jangka pendek lebih diutamakan daripada strategi yang meningkatkan nilai. lebih lanjut, kualitas audit tidak memoderasi hubungan antara kepemilikan manajerial dan nilai perusahaan, yang menyiratkan efektivitas terbatas dari pemantauan eksternal dalam mengurangi konflik keagenan terkait kepemilikan. namun, kualitas audit secara signifikan memperkuat hubungan antara pengungkapan esg dan nilai perusahaan dengan meningkatkan kredibilitas informasi keberlanjutan. studi ini berkontribusi pada literatur dengan mengintegrasikan perspektif tata kelola, keberlanjutan, dan tata kelola dalam kerangka kerja terpadu dan memberikan bukti empiris dari konteks pasar negara berkembang, menyoroti bahwa implikasi nilai dari pengungkapan esg bergantung pada kredibilitas informasi dan pengaturan kelembagaan.



Abstract

This study examines the effect of managerial ownership and Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure on firm value, with audit quality as a moderating variable, in consumer non-cyclical firms listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021–2024 period. Grounded in agency theory and signaling theory, this research addresses inconsistencies in prior literature regarding the value relevance of ownership structure and sustainability disclosure in emerging markets. Using a quantitative approach with purposive sampling, 45 firms were selected, resulting in 180 firm-year observations. The data were analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA) after passing classical assumption tests. The results reveal that managerial ownership has a significant negative effect on firm value, indicating the presence of managerial entrenchment that outweighs the alignment effect. ESG disclosure is also found to negatively affect firm value, suggesting that investors may perceive sustainability initiatives as short-term cost burdens rather than value-enhancing strategies. Furthermore, audit quality does not moderate the relationship between managerial ownership and firm value, implying limited effectiveness of external monitoring in mitigating ownership related agency conflicts. However, audit quality significantly strengthens the relationship between ESG disclosure and firm value by enhancing the credibility of sustainability information. This study contributes to the literature by integrating governance, sustainability, and assurance perspectives within a unified framework and provides empirical evidence from an emerging market context, highlighting that the value implications of ESG disclosure depend on information credibility and institutional settings.



    SERVICES DESK