Marine heatwaves (mhws) merupakan kejadian pemanasan ekstrem suhu permukaan laut yang dapat berlangsung selama beberapa hari hingga puluhan hari. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik marine heatwaves di perairan utara aceh selama periode 1994-2024 serta menganalisis hubungannya dengan anomali klorofil-a. kejadian mhws diidentifikasi berdasarkan definisi hobday et al., yaitu saat suhu permukaan laut harian melampaui ambang batas persentil ke-90 klimatologi selama minimal lima hari berturut-turut. hasil analisis menunjukkan bahwa frekuensi kejadian mhws mengalami peningkatan yang jelas, dengan tahun 2024 sebagai periode dengan jumlah kejadian tertinggi di hampir seluruh stasiun pengamatan. meskipun demikian, kejadian dengan dampak panas paling besar, yang ditunjukkan oleh durasi terpanjang dan intensitas kumulatif tertinggi, umumnya terjadi pada tahun 2016. karakteristik mhws antar stasiun relatif seragam, ditunjukkan oleh hasil uji beda statistik yang tidak menunjukkan perbedaan signifikan baik pada frekuensi maupun intensitas rata-rata tahunan. namun, visualisasi heatmap memperlihatkan adanya variasi pola waktu kejadian antar stasiun, mengindikasikan bahwa meskipun beban panas merata, dinamika waktu kemunculannya berbeda secara lokal. hal ini mengindikasikan bahwa kejadian mhws di wilayah penelitian dipengaruhi oleh proses iklim berskala regional hingga global. analisis hubungan antara intensitas rata rata dan anomali klorofil-a menunjukkan korelasi yang sangat lemah dan tidak konsisten di seluruh stasiun. rendahnya nilai koefisien korelasi dan determinasi menunjukkan bahwa variasi klorofil-a tidak berkaitan secara langsung dengan intensitas rata- rata. temuan ini menunjukkan bahwa marine heatwaves bukan faktor dominan yang mengendalikan fluktuasi biomassa fitoplankton di perairan utara aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI MARINE HEATWAVES (MHWS) DAN KORELASINYA TERHADAP KLOROFIL-A DI PERAIRAN UTARA ACEH. Banda Aceh FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,
Baca Juga : ANALISIS SEBARAN KLOROFIL-A DI DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN ACEH (Muhammad Riandi, 2023)
Abstract
Marine Heatwaves (MHWs) are extreme warming events of sea surface temperature that can persist for several days to several weeks. This study aims to identify the characteristics of Marine Heatwaves in the Northern Aceh Waters during the period 1994–2024 and to examine their relationship with chlorophyll-a anomalies. MHWs events were detected using the definition proposed by Hobday et al., where daily sea surface temperature exceeds the 90th percentile climatological threshold for at least five consecutive days. The results indicate a clear increasing trend in MHWs frequency, with 2024 recorded as the year with the highest number of events at most observation stations. However, the most severe warming impacts, represented by the longest duration and highest cumulative intensity, predominantly occurred in 2016. Statistical tests show no significant differences in annual MHWs frequency or mean intensity among stations, suggesting that MHWs characteristics in the study area are relatively homogeneous. However, heatmap visualization reveals variations in temporal event patterns among stations, indicating that although thermal stress is uniform, the dynamics of occurrence timing differ locally. This indicates that MHWs events in the study area are influenced by regional to global-scale climate processes. Analysis of the relationship between mean MHWs intensity and chlorophyll-a anomalies reveals very weak and inconsistent correlations across all stations. The low correlation and determination coefficients indicate that variations in chlorophyll-a are not directly associated with mean intensity. These findings suggest that Marine Heatwaves are not a dominant factor controlling phytoplankton biomass fluctuations in the Northern Aceh Waters.