Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi, termasuk di kabupaten aceh besar, yang belum diimbangi dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi secara optimal. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengendalian karies gigi serta faktor-faktor yang memengaruhinya di puskesmas.keberhasilan pengendalian karies gigi tidak hanya bergantung pada pelayanan klinis, tetapi juga pada manajemen program di tingkat puskesmas. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengendalian karies gigi serta faktor-faktor yang memengaruhinya di puskesmas kabupaten aceh besar. penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. penelitian dilaksanakan pada 14 puskesmas di kabupaten aceh besar dengan subjek penelitian meliputi kepala puskesmas, dokter gigi, perawat gigi, petugas promosi kesehatan, dan bidan yang terlibat dalam program pengendalian karies gigi. teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi logistik dengan bantuan statistical package for the social sciences (spss) versi 29. hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen pengendalian karies gigi secara umum berada pada kategori cukup dan belum optimal. pada komponen input, faktor yang berpengaruh signifikan adalah perencanaan program melalui rencana usulan kegiatan (ruk) dan rencana pelaksanaan kegiatan (rpk) serta dukungan sumber daya manusia (sdm), yang menjelaskan sebesar 49,4% keberhasilan manajemen pengendalian karies gigi. pada komponen proses, upaya promotif dan preventif memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan program yang menjelaskan sebesar 29,4% keberhasilan manajemen pengendalian karies gigi. faktor input dan proses lainnya berperan sebagai faktor pendukung namun tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik. kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pengendalian karies gigi di puskesmas aceh besar sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan program, dukungan sdm, serta konsistensi pelaksanaan upaya promotif dan preventif. penguatan aspek manajemen tersebut diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program pengendalian karies gigi di pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MANAJEMEN PENGENDALIAN KARIES GIGI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHINYA DI PUSKESMAS ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Gigi,2026
Baca Juga : PENGARUH POLA JAJAN TERHADAP KARIES GIGI PADA ANAK USIA 11 - 12 TAHUN DI MIN MESJID RAYA BANDA ACEH TAHUN 2011 (Siti Marfirah, 2023)
Abstract
Dental caries remains including in Aceh Besar Regency, which is not yet matched by optimal utilization of oral health services. This study aimed to analyze the management of dental caries control and the factors influencing it at primary health care centers (Puskesmas). This study employed a quantitative analytic observational design with a cross- sectional approach. The research was conducted in 14 Puskesmas in Aceh Besar Regency. The subjects included heads of Puskesmas, dentists, dental nurses, health promotion officers, and midwives involved in the dental caries control program. Sampling was carried out using consecutive sampling. Data were collected through questionnaires and structured interviews and analyzed using logistic regression with Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 29. The results showed that the overall management of dental caries control was in the “moderate” category and not yet optimal. In the input component, program planning through the Plan of Proposed Activities (PPA) and Plan of Implementation Activities (PIA), as well as human resources (HR), had a significant influence, explaining 49.4% of program performance. In the process component, promotive and preventive efforts showed a significant effect, explaining 29.4% of the program performance. Other input and process factors acted as supporting factors but were not statistically significant. In conclusion, the success of dental caries control in Puskesmas is primarily determined by the quality of operational planning, adequacy of human resources, and consistency of promotive and preventive efforts. Strengthening these management aspects is essential to improve the effectiveness of dental caries control programs in primary health care settings.