Abstrak dinas pemuda dan olahraga kota banda aceh merupakan perangkat daerah yang memiliki peran dalam melaksanakan pembangunan kepemudaan melalui pembinaan dan pengembangan organisasi kepemudaan. organisasi kepemudaan diharapkan menjadi wadah partisipasi pemuda dalam mendukung pembangunan daerah. namun, pelaksanaan pembinaan organisasi kepemudaan di kota banda aceh masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya keaktifan organisasi kepemudaan serta masih rendahnya keterlibatan pemuda dalam organisasi kepemudaan. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dinas pemuda dan olahraga kota banda aceh dalam membina organisasi kepemudaan sebagai upaya mendukung pembangunan kepemudaan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. analisis penelitian menggunakan teori peran menurut ilyas yusuf yang meliputi tiga indikator, yaitu regulator, dinamisator, dan fasilitator. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa dinas pemuda dan olahraga kota banda aceh telah menjalankan perannya dalam pembinaan organisasi kepemudaan melalui penyusunan regulasi, pelaksanaan program dan kegiatan kepemudaan, serta pemberian dukungan terhadap aktivitas organisasi kepemudaan. namun demikian, pelaksanaan peran tersebut belum sepenuhnya optimal. hal ini ditunjukkan oleh penyampaian kebijakan yang belum berjalan secara merata dan pengawasan yang masih bersifat administratif, komunikasi dan pelibatan yang masih melalui knpi sehingga belum sepenuhnya dirasakan secara langsung, serta dukungan yang belum dirasakan secara merata oleh organisasi kepemudaan. kondisi ini disebabkan oleh masih belum meratanya tingkat keaktifan organisasi kepemudaan, pola komunikasi dan koordinasi yang belum merata antara dispora dan organisasi kepemudaan, rendahnya minat sebagian pemuda terhadap organisasi kepemudaan, serta keterbatasan anggaran yang memengaruhi pelaksanaan program kepemudaan. kata kunci: peran, dispora kota banda aceh, pembangunan kepemudaan, organisasi kepemudaan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA BANDA ACEH DALAM PEMBANGUNAN KEPEMUDAAN MELALUI ORGANISASI KEPEMUDAAN. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,2026
Baca Juga : PENGARUH KOMPETENSI, KOMITMEN DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA ACEH (AHMADUN SYAWAL, 2018)
Abstract
ABSTRACT The Youth and Sports Office of Banda Aceh City is a regional government agency that plays a role in implementing youth development through the guidance and development of youth organizations. Youth organizations are expected to serve as a platform for youth participation in supporting regional development. However, the implementation of youth organization development in Banda Aceh City still faces several challenges, such as the low activeness of youth organizations and the limited involvement of young people in these organizations. Therefore, this study aims to examine the role of the Youth and Sports Office of Banda Aceh City in fostering youth organizations as an effort to support youth development, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. The analysis is based on the role theory by Ilyas Yusuf, which includes three indicators: regulator, dynamicator, and facilitator. This study employs a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the Youth and Sports Office of Banda Aceh City has carried out its role in fostering youth organizations through the formulation of regulations, the implementation of programs and youth activities, and the provision of support for organizational activities. However, the implementation of this role has not yet been fully optimal. This is indicated by the uneven dissemination of policies and administrative-based supervision, communication and engagement that are still conducted through KNPI so that they are not fully directly experienced by youth organizations, as well as unequal distribution of support among youth organizations. This condition is caused by the uneven level of activeness among youth organizations, less effective communication and coordination between the Youth and Sports Office and youth organizations, low interest among some youths in joining youth organizations, and budget limitations affecting youth development programs. Keywords: Role, Youth and Sports Department Banda Aceh, Youth Development, Youth Organizations.