Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
AHMAD RAYHAN, ANALISIS PERUBAHAN INDEKS BIAS MINYAK NILAM MENGGUNAKAN RNTEKNOLOGI INFRAMERAH AKIBAT PENCAMPURAN MINYAK TANAH. Banda Aceh fakultas teknik pertanian,2026

Tanaman nilam aceh merupakan sumber utama penghasil minyak atsiri yang memiliki peranan penting yang dikembangkan sebagai bahan baku industri kosmetik. minyak nilam yang berasal dari aceh memiliki mutu yang tinggi dan nilai ekonomi yang signifikan. namun, meningkatnya kebutuhan pasar memicu terjadinya praktik pemalsuan, salah satunya pencampuran minyak nilam dengan minyak tanah. praktik ini bisa menurunkan kualitas dan kemurnian minyak nilam sehingga diperlukan metode pengujian yang presisi untuk memastikan keasliannya. salah satu parameter fisik yang penting dalam evaluasi keaslian minyak nilam adalah indeks bias. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan indeks bias pada minyak nilam yang tercampur dengan minyak tanah. mengevaluasi kemampuan teknologi nirs dengan metode principal component regression (pcr) dalam mendeteksi perubahan indeks bias minyak nilam yang dicampur minyak tanah. menganalisis pengaruh pre-treatment derivative-1 dan standard normal variate. menentukan panjang gelombang optimum spektrum teknologi inframerah yang paling relevan dalam mengidentifikasi perubahan indeks bias minyak nilam yang dicampur dengan minyak tanah. bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi minyak nilam dan minyak tanah. keaslian minyak nilam terlebih dahulu diverifikasikan melalui analisis gas chromatography-mass spectrometry (gc-ms) yang dilakukan di balai riset dan standarisasi (baristand) banda aceh. jumlah sampel yang di analisis sebanyak 32 sampel, terdiri dari satu sampel minyak nilam murni dan satu sampel minyak tanah, serta 30 sampel minyak campuran. pengukuran indeks bias dilakukan dengan menggunakan handrefractometer. akuisisi spektrum dilakukan dengan bruker mpa ii pada rentang panjang gelombang 1000 sampai 2500. data spektrum yang diperoleh selanjutnya dimodelkan menggunakan metode pcr dengan pre-treatment derivative-1 dan standard normal variate. analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak unscrambler® x version 10.4. hasil penelitian menunjukkan pencampuran minyak tanah kedalam minyak nilam aceh secara signifikan menurunkan nilai indeks bias. teknologi inframerah yang dipadukan dengan metode pcr mampu memprediksi perubahan indeks bias minyak nilam yang dicampur minyak tanah. pada penelitian ini pre-treatment d1 mampu meningkatkan performa model pcr yang dibangun dan menghasilkan nilai prediksi yang sangat baik (excellent prediction accuracy), dengan performa optimal yang ditunjukkan oleh nilai kalibrasi meliputi rmsec sebesar 0.002594 dan rpd sebesar 8, serta nilai validasi meliputi nilai rer sebesar 22, rmsep sebesar 0.0018615. panjang gelombang optimum spektrum minyak nilam yang dicampur minyak tanah terletak pada rentang 1404-1424 nm.


Baca Juga : KAJIAN MUTU MINYAK NILAM DENGAN VARIASI LAMA PENYULINGAN (UTAMI AL CAESARIA TH, 2017)


Abstract

Aceh's patchouli plant is a major source of essential oil, which plays a crucial role in its development as a raw material for the cosmetics industry. Patchouli oil from Aceh is of high quality and has significant economic value. However, increasing market demand has led to counterfeiting practices, including mixing patchouli oil with kerosene. This practice can reduce the quality and purity of patchouli oil, necessitating precise testing methods to ensure its authenticity. One important physical parameter in evaluating the authenticity of patchouli oil is the refractive index. This study aims to analyze changes in the refractive index of patchouli oil mixed with kerosene. The study also evaluates the capability of NIRS technology using the principal component regression (PCR) method in detecting changes in the refractive index of patchouli oil mixed with kerosene. The study also analyzes the effect of pretreatment derivative-1 and standard normal variates. The study also determines the optimum wavelength of the infrared spectrum that is most relevant in identifying changes in the refractive index of patchouli oil mixed with kerosene. The materials used in this study included patchouli oil and kerosene. The authenticity of the patchouli oil was first verified through Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) analysis conducted at the Banda Aceh Research and Standardization Center (Baristand). A total of 32 samples were analyzed, consisting of one pure patchouli oil sample, one kerosene sample, and 30 mixed oil samples. Refractive index measurements were performed using a hand refractometer. Spectra were acquired with a Bruker MPA II at a wavelength range of 1000 to 2500. The obtained spectral data were then modeled using the PCR method with derivative-1 pretreatment and a standard normal variate. Analysis was performed using Unscrambler® X software version 10.4. The results showed that mixing kerosene with Aceh patchouli oil significantly reduced the refractive index. Infrared technology combined with the PCR method can predict changes in the refractive index of patchouli oil mixed with kerosene. In this study, D1 pretreatment improved the performance of the PCR model and produced excellent prediction accuracy. Optimal performance was demonstrated by calibration values, including an RMSEC of 0.002594 and an RPD of 8. Validation values ​​included an RER of 22 and an RMSEP of 0.0018615. The optimum wavelength of the patchouli oil spectrum mixed with kerosene was found in the range of 1404-1424 nm.



    SERVICES DESK