Abstrak penelitian ini membahas partisipasi perempuan dalam subkultur musik metal di kota banda aceh. kehadiran musik metal yang identik dengan budaya maskulin dan kebebasan berekspresi menjadi fenomena yang menarik dalam konteks masyarakat banda aceh yang menerapkan nilai-nilai syariat islam. partisipasi perempuan dalam event musik metal memunculkan dinamika sosial berupa stigma, pengawasan moral, serta batasan norma gender di ruang publik. penelitian ini bertujuan untuk mengtahui bentuk partisipasi perempuan serta strategi negoisasi identitas yang mereka lakukan dalam subkultur musik metal. penelitian menggunakan pendekatan kualitatis deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap penonton perempuan serta pelaku komunitas metal di banda aceh. analisis data dilakukan menggunakan teori hibriditas budaya dari homi k. bhaba sebagai kerangka untuk memahami proses pembentukan idntitas diantara nilai agama, budaya lokal, dan budaya populer global. hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tidak meninggalkan identitas keislamannya, melainkan melakukan penyesuaian melalui cara berpakaian, sikap, dan keterlibatan yang tetap selaras dengan norma lokal, namun tetap mengekspresikan ketertarikan terhadap musik metal. dengan demikian, partisipasi perempuan dalam subkultur musik metal di banda aceh mencerminkan proses negoisasi dan hibridasi budaya yang menghasilkan identitas yang adaptif dan kontekstual. kata kunci : partisipasi perempuan, musik metal, hibriditas budaya, banda aceh
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM SUBKULTUR MUSIK METAL DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sosiologi,2026
Baca Juga : GALERI INSTRUMEN MUSIK DI BANDA ACEH (cut arisna nursukma, 2014)
Abstract
ABSTRACT This study examines women’s participation in the metal music subculture in Banda Aceh. The presence of metal music, which is often associated with masculine culture and freedom of expression, becomes an interesting phenomenon within the context of Banda Aceh society that implements Islamic Sharia values. Womens participation in metal music event generates social dynamis, including stigma, moral surveilance, and gender based norms in public spaces. This research aims to identify the forms of womens participation and strategies of identity negotiation they employ within the metal subculture.This study uses a descriptive qualitative approach, employing data collection techniques such as interviews, observation, and documentation involving female audience members and metal community actors in Banda Aceh. Data analysis is conducted using the cultural hybridity theory purposed by Homi K. Bhaba as framework to understand the process of identity formation between religious values, local culture, and global popular culture. The findings show that women do not abandon their islamic identity instead, they make adjustments though dress, attitudes, and forms of participation that remain aligned with local norms while still expressing their interest in metal music. Thus, womens participation in the metal music subculture in Banda Aceh reflects a process of negotiation and cultural hybridity that produces adaptive and contextual identities. Keywords: Women’s Participation, Metal Music, Cultural Hybridity, Banda Aceh.
Baca Juga : PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN SENI MUSIK DI SMP NEGERI 3 BANDA ACEH (Hernawati, 2021)