Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Evans Rizqan Hendrawan, EFEKTIVITAS KEMOTERAPI RNPADA KARSINOMA NASOFARING DENGAN MENILAI RNRISIKO DAN DERAJAT OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Prodi Ilmu Kesehatan THT-KL,2026

Abstrak latar belakang: karsinoma nasofaring (knf) memiliki hubungan dengan obstructive sleep apnea (osa) akibat adanya obstruksi mekanis oleh massa tumor yang menyempitkan saluran napas atas. di rsud dr. zainoel abidin banda aceh pasien knf umumnya ditatalaksana dengan kemoterapi selama paling sedikit 6 siklus dan respon tumor pasca kemoterapi diharapkan dapat memberikan efek perluasan kembali pada saluran nafas atas dan dapat menurunkan nilai apnea–hypopnea index (ahi). tujuan: menilai dan menganalisis apakah kuesioner stop-bang dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur respon kemoterapi pada pasien karsinoma nasofaring di rsud dr. zainoel abidin banda aceh. metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. penelitian dilaksanakan di ruang rawat onkologi dewasa (tursina dan ajwa) rsud dr. zainoel abidin banda aceh dari bulan januari sampai november 2025 pada pasien knf yang menjalani kemoterapi siklus 1 sampai 3 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. hasil: didapatkan 18 responden pasien knf yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki (66,7%) dan kelompok usia terbanyak 36–45 tahun (33,3%). pasien terbanyak pada stadium iva didapatkan 12 orang (66,7%) dengan well differentiated keratinized squamous cell carcinome (tipe i) sebesar 8 pasien (44,4%). mayoritas pasien memiliki tingkat risiko osa derajat sedang (55,6%) berdasarkan skor stop-bang dan ahi yang dinilai sebelum kemoterapi. dijumpai penurunan nilai skor stop-bang dan ahi pada seluruh pasien setelah dilakukan kemoterapi. berdasarkan uji wilcoxon, penurunan risiko osa berdasarkan skor stop-bang memiliki nilai p = 0,000 dan derajat osa yang diukur dengan apnea–hypopnea index (ahi) juga menunjukkan nilai p = 0,005. hasil ini menunjukkan bahwa kemoterapi berpengaruh nyata dalam menurunkan risiko obstructive sleep apnea melalui perbaikan patensi jalan napas atas. kesimpulan: kemoterapi terbukti dapat menurunkan risiko osa, dan derajat osa. kuisioner stop-bang bisa digunakan sebagai alat untuk mengukur respon kemoterapi. kata kunci: karsinoma nasofaring, obstructive sleep apneu, stop-bang, ahi



Abstract

ABSTRACT Background: Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is associated with obstructive sleep apnea (OSA) due to mechanical obstruction caused by the tumor mass, which narrows the upper airway. NPC patients generally undergo a minimum of six cycles of chemotherapy, and tumor response following chemotherapy is expected to improve upper airway patency and subsequently reduce the Apnea–Hypopnea Index (AHI). Objective: To assess to asses and analyze whether the STOP-BANG questionnaire can be used as a tool to measure chemotherapy respone in nasopharyngeal carcinoma patient at dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital, Banda Aceh. Methods: This study was an observational analytic study with a cross-sectional design conducted in the Adult Oncology Ward (Tursina and Ajwa) at dr. Zainoel Abidin General Hospital, Banda Aceh, from January to November 2025. The subjects were NPC patients undergoing cycles 1 to 3 of chemotherapy who met the inclusion and exclusion criteria. Results: A total of 18 NPC patients met the inclusion and exclusion criteria, with the majority being male (66.7%) and most commonly aged 36–45 years (33.3%). The largest number of patients in stage IVA was 12 people (66.7%) with well differentiated keratinized squamous cell carcinoma (type I) was 8 patients (44.4%) Most patients had a moderate risk of OSA (55.6%) based on STOP-BANG scores and AHI values assessed before chemotherapy. A reduction in both STOP-BANG scores and AHI values was observed in all patients after chemotherapy. Wilcoxon analysis showed that the reduction in OSA risk based on STOP-BANG scores had a p-value of 0.000, and the reduction in OSA severity based on AHI had a p-value of 0.005. These findings indicate that chemotherapy significantly reduces the risk of obstructive sleep apnea by improving upper airway patency. Conclusion: Chemotherapy is proven to reduce OSA risk and severity. The STOP-BANG questionnaire can be used as a tool to assess chemotherapy response. Keywords: nasopharyngeal carcinoma, obstructive sleep apnea, STOP-BANG, AHI.



    SERVICES DESK