Perkembangan teknologi dalam bidang geoteknik menuntut adanya inovasi metode stabilisasi tanah, khususnya pada tanah lanau yang umumnya memiliki daya dukung rendah, kompresibilitas tinggi, serta sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan kadar air. kondisi tersebut menyebabkan tanah lanau sering menimbulkan permasalahan dalam konstruksi, seperti penurunan, deformasi, hingga potensi keruntuhan. selama ini, metode stabilisasi tanah banyak menggunakan semen, namun penggunaannya berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan stabilisasi yang lebih ramah lingkungan, yaitu xanthan gum (xg) yang dihasilkan melalui proses fermentasi gula dengan bakteri xanthomonas campestris. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencampuran biopolimer xg sebagai bahan stabilisasi alternatif terhadap parameter kuat geser tanah lanau, yaitu kohesi (c) dan sudut geser (ϕ). sampel tanah lanau diambil dari desa bira cot, kecamatan montasik, kabupaten aceh besar, dengan variasi kadar pencampuran xg sebesar 0%, 1%, 2%, dan 4%. metode penelitian dilakukan melalui serangkaian pengujian laboratorium yang meliputi pengujian sifat fisis tanah, uji pemadatan, serta uji geser langsung yang dilaksanakan sesuai standar nasional indonesia. hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran xg memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter kuat geser tanah lanau, ditandai dengan meningkatnya nilai kohesi seiring bertambahnya kadar xg, meskipun diikuti oleh penurunan nilai sudut geser. peningkatan kohesi dari 0,145 kg/cm2 hingga 0,201 kg/cm2 menunjukkan terbentuknya ikatan antar partikel tanah akibat sifat hidrofilik dan kemampuan xg dalam memperkuat interaksi antar butiran tanah. perubahan tersebut mengindikasikan bahwa kekuatan tanah pasca-stabilisasi lebih didominasi oleh komponen yang bersifat kohesif. berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa xg berpotensi digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah lanau yang ramah lingkungan dan dapat menjadi alternatif solusi stabilisasi tanah yang berkelanjutan dalam bidang konstruksi geoteknik.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN BIOPOLIMER XANTHAN GUM TERHADAP PARAMETER RNKUAT GESER TANAH LANAU. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2026
Baca Juga : PENGARUH PENAMBAHAN BUBUKAN BATU OKER TERHADAP KUAT GESER TANAH GLE GEUNTENG (M Andra Zulfaidi, 2024)
Abstract
The development of technology in the field of geotechnical engineering demands innovative soil stabilization methods, particularly for silt soils, which generally exhibit low bearing capacity, high compressibility, and high sensitivity to moisture content variations. These conditions often cause construction problems such as settlement, deformation, and even potential failure. Soil stabilization methods have commonly utilized cement; however, its use may result in negative environmental impacts. Therefore, a more environmentally friendly alternative stabilization material is required, namely Xanthan Gum (XG), which is produced through the fermentation of sugars by the bacterium Xanthomonas campestris. This study aims to determine the effect of mixing the XG biopolymer as an alternative stabilization material on the shear strength parameters of silt soil, namely cohesion (c) and friction angle (ϕ). The silt soil samples were obtained from Bira Cot Village, Montasik District, Aceh Besar Regency, with XG content variations of 0%, 1%, 2%, and 4%. The research methodology involved a series of laboratory tests, including physical properties tests, compaction tests, and direct shear tests conducted in accordance with the Indonesian National Standard (SNI). The results indicate that the addition of XG significantly affects the shear strength parameters of silt soil, as evidenced by an increase in cohesion with increasing XG content, although accompanied by a decrease in the internal friction angle. The increase in cohesion from 0.145 kg/cm² to 0.201 kg/cm² indicates the formation of interparticle bonding due to the hydrophilic properties of XG and its ability to enhance intergranular interactions. These changes suggest that the post-stabilization soil strength is more dominated by the cohesive component. Based on these findings, it can be concluded that XG has potential as an environmentally friendly stabilization material for silt soil and can serve as an alternative sustainable soil stabilization solution in geotechnical construction.
Baca Juga : PENGARUH KATIONISASI UNTUK MEREDUKSI INDEKS PLASTISITAS TANAH DALAM UPAYA PENINGKATAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG EKSPANSIF (TEUKU JULLIS SYAMDIOFA, 2018)