Motif mato-mato khas simeulue belum banyak diinovasikan pada kerajinan tas anyaman pandan karena pengerjaan kerajinan masih menggunakan alat-alat tradisional, sehingga membutuhkan waktu lama dalam proses pengerjaannya. penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain, menerapkan motif matomato pada tas yang terbuat dari anyaman daun pandan, serta mengetahui respons terhadap nilai estetika dan kontribusinya dalam pelestarian budaya. metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis eksperimen, melalui beberapa tahapan yang mencakup desain, proses pembuatan produk, serta pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa dua model tas anyaman daun pandan dengan inovasi penerapan motif mato-mato berhasil dirancang dan diwujudkan, yaitu motif pucuk rebung, mato sembilan, dan kaok alian, yang menawarkan nilai estetika baru serta meningkatkan daya tarik produk. kedua model dibuat dengan menggunakan bahan utama tas dari anyaman pandan sedangkan motif mato-mato menggunakan kain katun toyobo yang dipilih karena teksturnya halus, tipis, dan mudah diatur agar tidak terlalu tebal pada saat diterapkan pada tas anyaman pandan. selain itu, tanggapan informan menunjukkan bahwa produk memiliki nilai keindahan, keunikan, serta berpotensi dalam mendukung pelestarian budaya lokal simeulue. inovasi penerapan motif mato-mato pada tas anyaman daun pandan mampu menghasilkan produk kriya yang estetis, fungsional, serta memiliki nilai budaya dan potensi pengembangan sebagai produk fashion berbasis kearifan lokal. kata kunci : motif mato-mato, anyaman daun pandan, kreasi tas patchwork, inovasi desain
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
INOVASI KERAJINAN MATO-MATO PADA TAS ANYAMAN DAUN PANDAN. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Kesejahteraan Keluarga,2026
Baca Juga : KERAJINAN TAS DAUN PANDAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF (RIDHA WAHYUNI, 2023)
Abstract
Motif mato-mato khas Simeulue belum banyak diinovasikan pada kerajinan tas anyaman pandan karena pengerjaan kerajinan masih menggunakan alat-alat tradisional, sehingga membutuhkan waktu lama dalam proses pengerjaannya. This research aims to develop a design, apply the mato-mato motif to a bag made from woven pandan leaves, and determine the response to its aesthetic value and contribution to cultural preservation. The methodology used in this research is a qualitative approach with an experimental type, through several stages including design, product manufacturing process, as well as data collection using observation, interview and documentation techniques. The research results show that two models of woven pandan leaf bags with innovative applications of the mato-mato motif were successfully designed and realized, namely bamboo shoot, mato Sembilan, and kaok alian motifs, which offer new aesthetic value and increase the product's appeal. Both models are made using woven pandan as the main bag material, while the mato-mato motif uses toyobo cotton fabric which was chosen because its texture is smooth, thin and easy to adjust so that it is not too thick when applied to the pandan woven bag. Apart from that, the informants' responses show that the product has beauty, uniqueness and has the potential to support the preservation of local Simeulue culture. The innovation of applying the mato-mato motif to woven pandan leaf bags is able to produce craft products that are aesthetic, functional, and have cultural value and development potential as fashion products based on local wisdom. Keywords: Mato-mato Motif, Woven Pandan Leaves, Patchwork Bag Creation, Design Innovation
Baca Juga : KERAJINAN LIMBAH KELAPA DI GAMPONG NUSA KECAMATAN LHOKNGAKABUPATEN ACEH BESAR (Cut Wilisa, 2018)