Raina lita. (2026). problematika ekologi dalam novel jejak balak karya ayu welirang. [skripsi. universitas syiah kuala]. di bawah bimbingan prof. dr. mohd. harun, m.pd. dan herman r, s.pd. m.pd. tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk problematika ekologi dalam novel jejak balak karya ayu welirang. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. subjek penelitian ini adalah novel jejak balak karya ayu welirang. data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novel jejak balak karya ayu welirang yang mengandung unsur problematika ekologi. pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa novel jejak balak merepresentasikan enam bentuk problematika ekologi, yaitu (1) polusi yang disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti emisi kendaraan bermotor, kebiasaan merokok, serta pembakaran dan pembabatan hutan yang menimbulkan pencemaran udara; (2) kerusakan habitat yang disebabkan oleh pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit, rusaknya hutan ulayat, serta alih fungsi hutan yang mengakibatkan hilangnya vegetasi alami; (3) perubahan iklim yang dipicu oleh kerusakan hutan akibat penebangan dan pembakaran lahan sehingga meningkatkan suhu udara dan memicu cuaca ekstrem; (4) kehilangan keanekaragaman hayati yang terjadi akibat perburuan satwa liar serta rusaknya habitat alami yang mengancam kelestarian berbagai spesies; (5) eksploitasi sumber daya alam yang ditandai dengan pembalakan liar serta alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit demi kepentingan ekonomi; dan (6) krisis spiritualitas ekologi yang ditunjukkan melalui melemahnya kesadaran manusia terhadap pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan alam sehingga alam dipandang hanya sebagai objek pemanfaatan. temuan penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai problematika ekologi dalam novel berkaitan erat dengan aktivitas manusia yang mengeksploitasi alam tanpa memperhatikan keberlanjutan lingkungan. melalui penggambaran tersebut, novel jejak balak tidak hanya menghadirkan cerita fiksi, tetapi juga menyampaikan kritik ekologis terhadap perilaku manusia yang merusak lingkungan serta pentingnya kesadaran ekologis dalam menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan alam. kata kunci: ekokritik, problematika ekologi, jejak balak.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PROBLEMATIKA EKOLOGI DALAM NOVEL JEJAK BALAK KARYA AYU WELIRANG. Banda Aceh Fakultas KIP Bahasa dan Sastra Indonesia,2026
Baca Juga : GLOBALISASI, PEMBANGUNAN KEUANGAN, DAN DEGRADASI LINGKUNGAN DI NEGARA N-11: STUDI DATA PANEL HETEROGEN (Kamal Fachrurrozi, 2023)
Abstract
Raina Lita. (2026). Ecological Problems in the Novel Jejak Balak by Ayu Welirang. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Under direction Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd. and Herman R., S.Pd., M.Pd. The purpose of this study is to describe the forms of ecological problems in the novel Jejak Balak by Ayu Welirang. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. The subject of this research is the novel Jejak Balak by Ayu Welirang. The data used in this study consist of excerpts from the novel that contain elements of ecological problems. Data collection was carried out using reading and note-taking techniques. The data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the novel Jejak Balak represents six forms of ecological problems, namely: (1) pollution caused by human activities, such as motor vehicle emissions, smoking habits, and forest burning and clearing that lead to air pollution; (2) habitat destruction caused by the expansion of oil palm plantations, damage to customary forests, and land-use changes resulting in the loss of natural vegetation; (3) climate change triggered by forest destruction due to logging and land burning, which increases temperatures and causes extreme weather; (4) loss of biodiversity due to wildlife hunting and the destruction of natural habitats, threatening the survival of various species; (5) exploitation of natural resources marked by illegal logging and the conversion of forests into oil palm plantations for economic interests; and (6) a crisis of ecological spirituality, reflected in the weakening of human awareness of the importance of maintaining a harmonious relationship with nature, leading to nature being viewed merely as an object of exploitation. The findings indicate that the various ecological problems in the novel are closely related to human activities that exploit nature without considering environmental sustainability. Through this portrayal, the novel Jejak Balak not only presents a fictional story but also conveys ecological criticism of human behavior that damages the environment and emphasizes the importance of ecological awareness in maintaining the balance between humans and nature. Keywords: ecocriticism, ecological problems, Jejak Balak.
Baca Juga : ANALISIS PROBLEMATIKA GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI 1 LAMBHEU KABUPATEN ACEH BESAR (Rahma Alviana, 2024)