Aceh merupakan salah satu wilayah penghasil batubara di indonesia sehingga diperlukan tahapan eksplorasi untuk mendukung aktivitas penambangan. salah satu tahapan dari eksplorasi batubara adalah pengeboran yang bertujuan mendapatkan litologi bawah permukaan untuk melihat potensi di wilayah yang diekplorasi. data pengeboran dapat memberikan informasi tambahan seperti jenis litologi dan ketebalannya serta kekuatan dari batuan. penelitian ini akan dilakukan di pt. bara energi lestari yang berlokasi di kecamatan suka makmue dan sekitarnya, kabupaten nagan raya dengan koordinat 4°8'25.23"- 4°11'8.00" lintang utara dan 96°14'37.67" - 96°17'19.87" bujur timur. lokasi penelitian tersusun atas formasi tutut (qtt) yang tersusun atas batupasir, batulumpur, konglomerat, batubara tipis berselang-seling dan endapan alluvium (qh) terendapkan tidak selaras yang tersusun atas kerikil, pasir, lumpur, dan seterusnya. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geologi permukaan di lokasi penelitian yang dilakukan dengan metode pemetaan geologi meliputi pengamatan singkapan dan pengamatan bentang alam serta metode analisis petrografi untuk mengetahui jenis litologi di lokasi penelitian. selain itu, juga bertujuan untuk mengetahui persebaran dari batulempung menggunakan data bawah permukaan dengan metode kolerasi litostratigrafi serta untuk mengetahui kekuatan batuan dari batulempung di lokasi penelitian menggunakan metode uniaxial comperssive strength (ucs) dan geological strenght index (gsi). hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu kondisi geomorfologi yang terdiri atas satuan bentuklahan fluvial (f1), satuan bentuklahan fluvial (f3), satuan bentuklahan fluvial (f4), satuan bentuklahan denudasional (d2), dan satuan bentuklahan denudasional (d5). kondisi geologi pada lokasi penelitian terdiri atas lima satuan litologi yaitu satuan batulempung formasi tutut, satuan batulanau formasi tutut, satuan batupasir formasi tutut, satuan endapan pasir meulaboh, dan satuan endapan alluvial. hasil dari pemodelan geologi dari pengkorelasian data pengeboran menjelaskan bahwa litologi yang penyeberannya paling dominan adalah batulempung. dari segi kekuatan batuan batulempung memiliki nilai kuat tekan dengan deskripsi batuan sangat lemah yang lebih baik daripada batupasir dengan deskripsi batuan lemah sekali. hasil pengujian geological strenght index (gsi) menunjukkan batulempung memiliki nilai yang lebih rendah daripada batupasir, sehingga perlu dilakukan penanganan berupa melapisi lapisan batulempung dengan material yang lebih kasar untuk menambah faktor keselamatan apabila kondisi pada batulempung mengalami perubahan dalam kondisi mengembang.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KEKUATAN BATUAN SERTA PERSEBARAN BATULEMPUNG FORMASI TUTUT MENGGUNAKAN DATA BAWAH PERMUKAAN DI PT BARA ENERGI LESTARI KECAMATAN SUKA MAKMUE DAN SEKITARNYA KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik Geologi,2025
Baca Juga : GEOLOGI DAN ANALISIS KUALITAS BATUBARA FORMASI TUTUT BERDASARKAN UJI PROKSIMAT PADA KECAMATAN KAWAI XVI, KABUPATEN ACEH BARAT, PROVINSI ACEH (Irfan Arif Maulana, 2025)
Abstract
Aceh is one of the coal-producing areas in Indonesia so that exploration stages are needed to support mining activities. One of the stages of coal exploration is drilling which aims to obtain subsurface lithology to see the potential in the area being explored. Drilling data can provide additional information such as the type of lithology and its thickness and the strength of the rock. This research will be conducted at PT Bara Energi Lestari located in Suka Makmue Sub-district and surrounding areas, Nagan Raya Regency with coordinates of 4°8'25.23“- 4°11'8.00” North latitude and 96°14'37.67" - 96°17'19.87" East Longitude. The research location is composed of Tutut Formation (QTt) which is composed of sandstone, mudstone, conglomerate, intermittent thin coal and Alluvium Deposits (Qh) deposited not aligned which is composed of gravel, sand, mud, and so on. This research aims to identify the surface geological conditions at the research site carried out by geological mapping methods including outcrop observations and landscape observations and petrographic analysis methods to determine the type of lithology at the research site. In addition, it also aims to determine the distribution of mudstones using subsurface data with the lithostratigraphic correlation method and to determine the rock strength of mudstones at the research site using the Uniaxial Comperssive Strength (UCS) and Geological Strenght Index (GSI) methods. The results obtained from this research are geomorphological conditions consisting of Fluvial Landform Unit (F1), Fluvial Landform Unit (F3), Fluvial Landform Unit (F4), Denudational Landform Unit (D2), and Denudational Landform Unit (D5). The geological condition at the research location consists of five lithological units, namely the Tutut Formation Limestone Unit, Tutut Formation Limestone Unit, Tutut Formation Sandstone Unit, Meulaboh Sand Deposit Unit, and Alluvial Deposit Unit. The results of geological modeling from correlating drilling data explain that the lithology with the most dominant crossing is mudstone. In terms of rock strength, claystone has a compressive strength value with a very weak rock description that is better than sandstone with a very weak rock description. The Geological Strenght Index (GSI) test results show that claystone has a lower value than sandstone, so it is necessary to handle it in the form of coating the claystone layer with coarser material to increase the safety factor if the conditions in the claystone change in an expanding condition.
Baca Juga : PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS BLENDING BATUBARA RNUNTUK MEMENUHI PERMINTAAN PASAR DI PT. AGRABUDI JASA BERSAMA KECAMATAN KAWAY XVI DAN SEKITARNYA, KABUPATEN ACEH BARAT (SYUKRI MUDA MARTUA HASIBUAN, 2026)