Proses pemesinan dengan mekanisme pemotongan logam merupakan praktek yang paling umum dan sering digunakan. kualitas pemotongan dan kekasaran permukaan yang baik menjadi tujuan yang sangat penting dalam proses pemesinan. dalam menjaga kualitas pemotongan, penggunaan pendingin dalam pemotongan menjadi bagian yang sangat penting. namun penggunaan pendingin konvensional memiliki efek yang merugikan bagi kesehatan lingkungan karena nilai biodgribilitas yang rendah. salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan pendingin yang berlebihan, pemilihan metode minimum quantity lubricant (mql) menjadi pilihan yang efektif. sebagai langkah mengurangi pencemaran lingkungan akibat cairan pendingin, minyak nabati dapat digunakan untuk menggantikan minyak konvensional, karena minyak nabati memiliki sifat ramah lingkungan, bebas toksisitas dan mudah terurai. penggunaan nanopartikel dalam cairaan pendingin dapat meningkatkan kulitas konduktivitas termal, hal ini bernilai positif untuk meningkatkan kualitas pemotongan. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gaya potong dan kekasaran permukaan akibat proses facemilling ss-304 dalam kondisi kering (dry), dan menggunakan mql minyak nabati murni dan penambahan nanopartikel molydenum disulfide. hasil yang disajikan menunjukkan manfaat besar dalam penggunaan mql pelumas minyak nabati dengan penambahan nanopartikel molydenum disulfide. terkhusus pada penambahan nanopartikel 0.6%, dapat menghasilkan penurunan gaya potong yang sangat signifikan dengan penurunan rata-rata hingga 37%, dibandingkan dengan kondisi kering (dry), dan juga menghasilkan kualitas kekasaran permukaan yang baik.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH MINIMUM QUANTITY LUBRICATION MINYAK NABATI DENGAN VARIASI NANOPARTIKEL MOLYBDENUM DISULFIDE PADA PROSES FACE MILLING SS-304 TERHADAP GAYA POTONG DAN KEKASARAN PEMUKAAN. Banda Aceh Fakultas Teknik Mesin,2024
Baca Juga : PENGARUH MINIMUM QUANTITY LUBRICATION MINYAK NABATI DENGAN VARIASI NANOPARTIKEL MOLYBDENUM DISULFIDE PADA PROSES FACE MILLING SS-304 TERHADAP GAYA POTONG DAN KEKASARAN PEMUKAAN (AHMAD HALIM SYAHPUTRA, 2024)
Abstract
Machining processes with metal cutting mechanisms are the most common and frequently used practices. High cutting quality and good surface roughness are very important goals in the machining process. In maintaining the cutting quality, the use of coolant in cutting becomes a very important part. However, the use of conventional coolants has adverse effects on environmental health due to their low biodegradability. One of the efforts to reduce the excessive use of coolant, the selection of minimum quantity lubricant (MQL) method is an effective choice. As a measure to reduce environmental pollution due to coolants, vegetable oils can be used to replace conventional oils, as vegetable oils are environmentally friendly, toxicity-free and biodegradable. The use of nanoparticles in coolant can improve thermal conductivity, which is positive for improving cutting quality. This study aims to assess the cutting forces and surface roughness resulting from facemilling SS-304 under dry conditions, and using pure vegetable oil MQL and the addition of molydenum disulfide nanoparticles. The results presented show great benefits in the use of vegetable oil lubricant MQL with the addition of molydenum disulfide nanoparticles. In particular, the addition of 0.6% nanoparticles, can produce a very significant reduction in cutting forces with an average reduction of up to 37%, compared to dry conditions, and also produce good surface roughness quality
Baca Juga : STUDI PENGARUH PENGGUNAAN MQL MINYAK NABATI DAN SINTETIS PADA PROSES FRAIS AL 7075 TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DAN GAYA POTONG (FERDY ALFILIANDRA, 2023)