Motor induksi secara umum dapat distarting dengan menghubungkan motor secara langsung ke sumber ataupun dengan mengatur tegangan input pada motor tersebut. bila motor induksi saat dihidupkan secara langsung akan menarik arus yang cukup besar, arus mula yang besar ini dapat mengakibatkan drop tegangan pada saluran sehingga akan mengganggu peralatan lain yang dihubungkan pada saluran yang sama. dengan penggunaan metode soft starting, tegangan dan arus awal dapat dikurangi atau di atur. jika pada waktu start, tegangan akan diatur dibawah tegangan nominal, sehingga arus motor saat starting akan rendah hingga akhimya mencapai kecepatan dan tegangan nominalnya. metode soft stater ini tersusun atas komponen 2 buah scr (silicon control rectifier) type bt-i 51 menggunakan driver moc 3020 yang pemicuannya dilakukan oleh sebuah mikrokontroler pic i 6f877 yang di sambungkan ke motor induksi 1 fasa. dimana sudut penyalaan dari thyristor dapat dilihat dari 180" sampai 0' dalam waktu tertentu. semakin besar sudut fasa yang diberikan maka kecepatan akan semakin kecil. hasil dari pengujian soft starting ini dalam waktu 0, 19 detik menghasilkan arus start minimum 1,33 a dengan arus nominal motor i, = 1,8 a. pada pengujian yang dihasilkan dengan soft starting, nilai arus yang dihasitkan lebih kecil apabila dibandingkan dengan starting yang dilakukan dengan menggunakan system dol (direct on line) yang menghasilkan nilai arus start sebesar 14 a. hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan metode soft starting arus starting dapat dikendalikan. kata kunci: motor induksi, soft start, thyristor, pic 16f877
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DESAIN SISTEM SOFT STARTING MOTOR INDUKSI DENGAN THYRISTOR BERBASIS MIKROKONTROLLER. Banda Aceh Fakultas Teknik,2012
Baca Juga : ANALISIS PEMASANGAN KAPASITOR UNTUK MEMPERBAIKI COS ȹ PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA (Wahyu Rinaldi, 2024)