Prinsip pengeringan merupakan suatu upaya mengeluarkan atau menghilangkan sebagian kandungan air yang terdapat dalam suatu bahan (tepung beras) dengan cara penguapan. proses pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengeringan alamiah dan pengeringan dengan menggunakan peralatan. pada penelitian ini penulis melakukan penerapan teknologi dan peralatan pengeringan tepug dengan menggunakan kompor minyak tanah sebagai sumber energi panas. peralatan pengering ini terdiri dari beberapa bagian utama yaitu ruang pembakaran, saluran udara panas, ruang pengering dan cerobong. bahan yang dikeringkan adalah tepung beras, dengan maksud hasil pengeringan ini (tepung beras) dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan. dari hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan kadar air bahan (tepung beras) sebesar 40% dengan temperatur lemari pengering 60-70 "c adalah 2-7 jam sedangkan pada pengeringan tradisional waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan kadar air bahan sebesar 40% dengan temperatur lingkungan 29-32 "c adalah 2-3 hari. kata kunci : pengeringan, tepung beras, peralatan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJI EKSPERIMENTAL SISTEM PENGERINGAN TEPUNG DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI BAHAN BAKAR SEBAGAI ENERGI PEMANAS. Banda Aceh Fakultas Teknik,2006
Baca Juga : KAJI EKSPERIMENTAL KEBUTUHAN ENERGI PENGERINGAN KOPI MENGGUNAKAN PEMANAS LISTRIK (Zakion Azani, 2024)
Abstract
Baca Juga : KARAKTERISTK SISTEM PENGERING TEPUNG BERAS DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI PANAS BAHAN BAKAR MINYAK TANAH (Wardani B, 2024)