Penelitian yang berjudul pengaruh naa, 2,4-d dan pencahayaan terhadap pembentukan kalus dan minyak atsiri pada kultur jaringan daun nilam (pogostemon cablin benth.)" telah dilaksanakan di laboratorium biologi sel dan molekuler jurusan biologi fmipa universitas syiah kuala darussalam. banda acch sejak bulan april hingga oktober 2006. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencahayaan dan konsentrasi auksin mempengaruhi pembentukan kajus. perlakuan gelap dan peningkatan konsentrasi auksin mampu meningkatkan pembentukan kalus pada nilam. namun jenis auksin tidak berpengaruh nyata terhadap pembentukan kalus. sebaliknya jenis auksin (2,4-d) dan kondisi terang ternyata mampu meningkatkan persentase jaringan kalus yang rnengandung minyak atsiri. jaringan kalus yang terbentuk pada media dengan penambahan naa kurang mampu memproduksi minyak atsiri karena naa menyebabkan terjadinya proses organogenesis (pembentukan akar) sehingga jaringan kalus cenderung lebih banyak memproduksi senyawa metabolit primer daripada metabolit sekunder. kata kunci: nilam (pogostemon cablin benth.), 2.4-d, naa, kalus, pencahayaan, minyak atsiri
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH NAA, 2,4-D DAN PENCAHAYAAN TERHADAP PEMBENTUKAN KALUS DAN MINYAK ATSIRIRNPADA KULTUR JARINGAN DAUN NILAMRN(POGOSTEMON CABLIN BENTH.). Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2006
Baca Juga : PERTUMBUHAN PLANLET TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH. VAR SIDIKALANG) SECARA IN VITRO DENGAN MENGGUNAKAN AIR KELAPA SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI (Desy Afriani Lubis, 2015)
Abstract
Baca Juga : UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA, ANTIOKSIDAN DAN ANTI AGING DARI MINYAK/EKSTRAK NILAM DAN KAYU PUTIH (Chyntia Audhina, 2021)